Apakah Orang Palestina Meninggalkan Tanah Mereka Karena Keinginan Sendiri?

Propaganda Zionis dan para pendukungnya mengklaim bahwa orang-orang Palestina meninggalkan Palestina selama perang 1948 berlangsung karena keinginan mereka sendiri, juga karena adanya anjuran terhadap mereka dari para pemimpin Arab melalui siaran Radio Arab, sementara Zionis sendiri meminta mereka untuk tetap tinggal, namun orang-orang palestina memilih untuk pergi, oleh karenanya mereka kehilangan hak tanah mereka, dan mereka harus menanggung apa yang telah diperbuat tangan-tangan mereka sendiri.

Merupakan hal yang Ironi bahwa terkadang dialog seputar permasalahan aksiomatis dan perdebatan masalah yang nyata-nyata jelas menjadi begitu sulit jika dibandingkan dengan dialog seputar masalah sederhana yang diperdebatkan dari beberapa sisi yang melingkupinya. Jika anda mencoba berdialog dengan seorang yang keras kepala, meminta anda untuk membuktikan bahwa mataharilah yang setiap hari terbit dari belahan bumi bagian Timur, maka anda akan mengetahui bahwa kesulitan yang sama akan anda hadapi dalam masalah ini (masalah Apakah Orang Palestina Meninggalkan Tanah Mereka Karena Keinginan Sendiri?). hal yang menyakitkan juga adalah bahwa anda akan mendapati saudara anda sesama bangsa arab dan orang-orang islam bingung dengan masalah ini, sehingga mereka terprovokasi oleh propaganda yahudi kemudian datang mendebat anda atau minimal bertanya mencari tahu tentang hakekat yang sebenarnya.

Pertama, sebelum membahas lebih jauh, siapa yang memungkiri bahwa prilaku alami penduduk sipil selama peperangan terjadi – khususnya jika terjadi pembantaian dan pembersihan etnis – adalah berimigrasi atau hijrah ke tempat lain yang yang lebih aman, sembari menunggu berakhirnya peperangan hingga kemudian mereka dapat kembali ke rumah-rumahnya???? Bukankah orang-orang yahudi pun melakukan hal yang serupa (ketika terjadi pembantaian terhadap mereka)???? Bukankah hal seperti ini terjadi baru-baru ini di Timur Leste dan negeri-negeri lainnya???

Kedua, jika masyarakat Palestina meninggalkan tanah mereka selama peperangan karena mereka melihatnya sebagai kemaslahatan, terlepas dari siapa yang memotivasi mereka untuk melakukan hal demikian, maka.. apakah alasan para zionis ‘tuk mengharamkan mereka kembali ke tanahnya setelah peperangan usai? Kenapa orang-orang Bosnia, Afganistan, cechnya, Timur Leste, dan yang lainnya diperbolehkan kembali ke tanah mereka, sedangkan orang-orang palestina tidak diizinkan???

Kenapa masyarakat internasional komitmen dengan peraturan pemerintah yang ada di negaranya mengenai hak-hak kembalinya para pengungsi ke tanah mereka, namun tidak demikian dengan Zionisme???

Ketiga, jika Zionis benar-benar menyeru orang-orang palestina untuk tetap tinggal di tanah mereka, maka kenapa mencegah mereka untuk kembali ke tanahnya ketika perang telah selesai? Dan ketika bahaya yang berarti tak lagi kembali mengancam para penduduk sipil? Kenapa kemudian para zionis menyita tanah-tanah mereka, dan menempatkan yahudi dari 90 negara di dunia di tempat mereka (orang-orang palestina).

Secara singkat, kenapa niat baik mereka itu tidak sungguh-sungguh jika memang benar mereka punya niatan baik???

Keempat, Zionis yahudi mengklaim bahwa orang-orang Palestina meninggalkan tanah mereka karena keinginannya sendiri, namun apakah benar mereka memberikan apa yang diminta orang palestina berupa keinginan mereka yang sebenarnya? Kenapa para zionis berbicara atas nama mereka namun merampok apa yang mereka miliki? Apakah zionis punya persiapan tuk menyambut kedatangan orang-orang palestina ke tanah mereka jika memang benar orang palestina pergi dalam keadaan terpaksa dan bersiap untuk kembali ke tanahnya dengan sepenuh cinta dan keinginan menggebu? Tidak kah cukup puluhan keterangan, penjelasan dan survey? Lebih dari 50 tahun penduduk sipil palestina berada di tenda-tenda pengungsi, menolak untuk di tempatkan dimanapun selain di tanah Palestina, revolusi dan perlawanan terus terjadi, puluhan kebijakan PBB yang diminta mereka, tidakkah semua ini cukup??

Keelima, Jika Yahudi mengklaim bahwa mereka mempunyai hak untuk kembali ke tanah palestina setelah ribuan tahun meninggalkannya, maka mengapa orang Palestina yang baru meninggalkan tanah mereka beberapa bulan atau tahun saja dilarang untuk kembali???

Kenyataan diatas menunjukan bahwa sejak awal yahudi memang tidak menunjukan niatan yang baik, tidak mengadakan program pengembalian pengungsi palestina sejak 1800 tahun lamanya setelah berlalu puluhan generasi.

Terkait dengan klaim yahudi bahwa para pemuka arab menyarankan kepada penduduk palestina agar keluar dari tanah mereka, maka dalam hal ini seorang jurnalis Irlandia Eriskin Childers selama beberapa bulan melakukan sebuah penelusuran mencari sebab musabbab keluarnya orang-orang Palestina dari tanah mereka.

Childers kemudian mendatangi stasion pemancar inggris dan Amerika untuk mendengarkan seluruh siaran radio yang direkam sepanjang tahun 1948, hingga akhirnya sampailah kepada kesimpulan “Tidak ada satu pun Perintah, seruan, maupun saran yang berkaitan dengan dorongan pemuka arab kepada orang palestina untuk keluar dari tanahnya, yang terjadi malah sebaliknya, justeru yang ada adalah rekaman berulang-ulang yang menegaskan agar orang-orang Palestina tetap tinggal di tanah mereka. Childers mendapati bukti yang jelas bahwa ternyata stasion radio israel lah yang menyiarkan acara dengan berbahasa arab yang isinya adalah suruhan kepada orang-orang Palestina untuk keluar dari negerinya.

Begitulah Israel memang sudah sejak awal menyatakan permusuhannya kepada rakyat palestina, hanya saja langkah mereka begitu hati-hati dan terencana serta rahasia, sehingga mereka yang kurang objektif hampir kecil kemungkinan mengetahui duduk perkara yang sebenarnya dan cenderung termakan oleh propaganda zionis. Hal ini sesuai dengan yang dikemukakan petinggi (baca: dedengkot) Zionis sendiri Theodore hertzel, katanya “Adalah sebuah keharusan bagi kita untuk mengusir orang-orang Palestina, dan membasmi mereka dengan hati-hati dan penuh kerahasiaan”. Adapun Yosef weitz, seorang koordinator penempatan para zionis tahun 1940, dia berkata “Harus jelas di benak kita bahwa tidak ada ruang untuk hidupnya dua masyarakat bersama-sama di negeri ini, oleh karena itu solusi satu-satunya adalah mengupayakan agar Palestina bersih sama sekali dari orang Arab, dan tak ada cara lain untuk mewujudkan hal ini kecuali dengan cara mendeportasi mereka semua ke negeri tetangga”.

Banyak cara yang dilakukan zionis Israel demi mewujudkan usahanya mendeportasi orang-orang palestina dari tanah mereka, salah satunya adalah cara penyembelihan. Cara ini dilakukan tentunya untuk menyebarkan teror dan membuat rasa takut di hati mereka, sehingga program pengimigrasian mereka bias berjalan mudah. Tercatat ada sekitar 43 jagal (tempat penyembelihan) sekitar tahun 1948 ditengah-tengah usaha mereka melakukan pemngimigrasian orang-orang Palestina. Salah satu tempat penyembeliha yang terkenal adalah Jagal Der Yasen, angkatan bersenjata zionis mengakui bahwa memang telah terbunuh sekitar 205 orang yang terdiri dari kaum pria, wanita dan anak-anak.

Kesimpulannya, tidak diragukan lagi, bahwa keluarnya orang-orang palestina dari tanah mereka merupakan upaya terencana yang telah terwujud langsung dibawah pengawasan para petinggi Zionis sendiri.

Comments
0 Comments

0 comments:

Post a Comment