Showing posts with label Inovasi Muslim. Show all posts
Showing posts with label Inovasi Muslim. Show all posts

Colombus Bukan Penemu Pertama Amerika

penemu benua amerika muslim


Jika Christopher Columbus dikatakan sebagai orang eropa pertama yang menemukan benua Amerika saya setuju, jika dia dikatakan sebagai orang pertama penemunya, saya tidak setuju, kenapa? ini alasannya:

Sejarah resmi selama ini mengatakan bahwa Christopher Columbus-lah yang menemukan daratan luas yang kemudian disebut Amerika. Hal ini ternyata tidak benar. Karena 70 tahun sebelum Columbus menjejakkan kaki di amerika, daratan yang disangkanya India, Laksamana Muslim dari China bernama Ceng Ho (Zheng He) telah mendarat di Amerika. Bahkan berabad sebelum Ceng Ho, pelaut-pelaut Muslim dari Spanyol dan Afrika Barat telah membuat kampung-kampung di Amerika dan berasimilasi secara damai dengan penduduk lokal di sana. Penemu Amerika bukanlah Columbus. Penemu Amerika adalah Umat Islam. Mereka menikah dengan penduduk lokal, orang-orang Indian, sehingga menjadi bagian dari local-genius Amerika.

penemu benua amerika muslim
Peta Cheng Ho

Tertulis:
Zheng He (Cheng Ho)

Ada sejumlah literatur yang berangkat dari fakta-fakta empirik bahwa umat Islam sudah hidup di Amerika beberapa abad sebelum Colombus datang. Salah satunya yang paling popular adalah essay Dr. Youssef Mroueh, dari Preparatory Commitee for International Festivals to celebrate the millennium of the Muslims arrival to the Americas, tahun 1996, yang berjudul “Precolumbian Muslims in America”.

Dalam essaynya, Doktor Mroueh menulis, “Sejumlah fakta menunjukkan bahwa Muslimin dari Spanyol dan Afrika Barat tiba di Amerika sekurang-kurangnya lima abad sebelum Columbus. Pada pertengahan abad ke-10, pada waktu pemerintahan Khalifah Umayyah, yaitu Abdurrahman III (929 – 961M), kaum Muslimin yang berasal dari Afrika berlayar ke Barat dari pelabuhan Delbra (Palos) di Spanyol, menembus “samudra yang gelap dan berkabut”. Setelah menghilang beberapa lama, mereka kembali dengan sejumlah harta dari negeri yang “tak dikenal dan aneh”. Ada kaum Muslimin yang tinggal bermukim di negeri baru itu, dan mereka inilah kaum imigram Muslimin gelombang pertama di Amerika.”

Granada, benteng pertahanan terakhir ummat Islam di Eropa jatuh pada tahun 1492. Pada pertengahan abad ke-16 terjadilah pemaksaan besar-besaran secara kejam terhadap orang-orang Yahudi dan Muslimin untuk menganut agama Katholik, yang terkenal dalam sejarah sebagai Spanish Inquisition. Pada masa itu keadaan orang-orang Yahudi dan orang-orang Islam sangat menyedihkan, karena penganiayaan dari pihak Gereja Katolik Roma yang dilaksanakan oleh inkuisisi tersebut. Ada tiga macam sikap orang-orang Yahudi dan orang-orang Islam dalam menghadapi inkusisi itu:

* Pertama, yang tidak mau beralih agama. Akibatnya mereka disiksa kemudian dieksekusi dengan dibakar atau dipancangkan di kayu salib.

* Kedua, beralih agama menjadi Katholik Roma. Mereka itu diawasi pula apakah memang berganti agama secara serius atau tidak. Kelompok orang Islam yang beralih agama itu disebut kelompok Morisko, sedangkan yang dari agama Yahudi disebut kelompok Marrano.

* Ketiga, melarikan diri atau hijrah menyeberang Laut Atlantik yang dahulunya dinamakan Samudra yang gelap dan berkabut. Inilah kelompok imigran gelombang kedua di negeri baru itu.

Penganiayaan itu mencapai puncaknya semasa Paus Sixtus V (1585-1590). Sekurang-kurangnya ada dua dokumen yang menyangkut inkusisi ini. Yang pertama, Raja Spanyol Carlos V mengeluarkan dekrit pada tahun 1539 melarang penduduk bermigrasi ke Amerika Latin bagi keturunan Muslimin yang dihukum bakar dan dieksekusi di kayu sula itu. Yang kedua dekrit itu diratifikasi pada 1543, dan disertai perintah pengusiran Muslimin keluar dari jajahan Spanyol di seberang laut Atlantik. Ini adalah bukti historis adanya imigran Muslimin gelombang kedua sebelum tahun 1543 (dekrit kedua). Ada banyak literatur yang membuktikan adanya kehadiran Muslimin gelombang pertama ke Amerika jauh sebelum zaman Columbus. Bukti-bukti itu antara lain:

* Abul-Hassan Ali Ibnu Al-Hussain Al-Masudi merupakan seorang pakar sejarah dan geografi yang hidup dari tahun 871-957 M. Dalam karyanya yang berjudul “Muruj adh-dhahab wa maad aljawhar” (Hamparan Emas dan Tambang Permata), Abu Hassan menulis bahwa pada waktu pemerintahan Khalifah Abdullah Ibn Muhammad (888-912), penjelajah Muslim Khasykhasy Ibn Sa’ied Ibn Aswad dari Cordova-Spanyol, telah berlayar dari Delba (Palos) pada 889, menyeberang Samudra yang gelap dan berkabut dan mencapai sebuah negeri yang asing (al-ardh majhul) dan kembali dengan harta yang mentakjubkan. Pada peta Al-Masudi terbentang luas negeri yang disebutnya dengan al-ardh majhul. [Al-Masudi: Muruj Adh-Dhahab, Vol. 1, P. 1385]
* Loe Weiner, pakar sejarah dari Harvard University, dalam bukunya “Africa and the Discovery of America” (1920) menulis bahwa Columbus telah mengetahui kehadiran orang-orang Islam yang tersebar seluas Karibia, Amerika Tengah dan Utara, termasuk Canada. Mereka berdagang dan telah melakukan asimilasi perkawinan dengan orang-orang Indian dari suku Iroquois dan Algonquin.
* Geografer dan pembuat peta bernama Al-Syarif Al-Idrisi (1099- 1166) menulis dalam bukunya yang terkenal Nuzhat al-Musytaq fi Ikhtiraq al-Afaaq (Ekskursi dari yang Rindu Mengarungi Ufuq) bahwa sekelompok pelaut dari Afrika Utara berlayar mengarungi Samudra yang gelap dan berkabut dari Lisbon (Portugal) dengan maksud mendapatkan apa yang ada di balik samudra itu, betapa luasnya dan di mana batasnya. Mereka menemukan pulau yang penghuninya bercocok tanam dan telah mempergunakan bahasa Arab.

Peta dunia yang dibuat Al Idrisi:
peta al idrisi benua amerika

Tidak mirip bukan? coba dibalik, menjadi seperti ini:
peta al idrisi benua amerika

Ya, peta tersebut adalah Amerika (lihat gbr. 'Peta Amerika zaman sekarang'), walaupun tidak sepenuhnya mirip, peta tersebut tergolong akurat pada zamannya. Menurut Dr A Zahoor dalam tulisannya berjudul Al-Idrisi, saat melakukan ekspedisi mengelilingi dunia, Columbus menggunakan peta yang dibuat Al-Idrisi. Ini merupakan salah satu fakta lainnya yang dapat mematahkan klaim Barat bahwa Columbus merupakan penemu benua Amerika yang pertama.

peta amerika
Peta Amerika zaman sekarang

* Columbus dan para penjelajah Spanyol serta Portugis mampu melayari menyeberang Samudra Atlantik dalam jarak sekitar 2400 km, adalah karena bantuan informasi geografis dan navigasi dari peta yang dibuat oleh pedagang-pedagang Muslimin, termasuk informasi dari buku tulisan Abul Hassan Al-Masudi yang berjudul Akhbar az-Zaman. Tidak banyak diketahui orang, bahwa Columbus dibantu oleh dua orang nakhoda Muslim pada waktu ekspedisi pertamanya menyeberang transatlantik. Kedua kapten Muslim itu adalah dua bersaudara Martin Alonso Pinzon yang menakodai kapal Pinta, dan Vicente Yanez Pinzon yang menakodai kapal Nina. Keduanya adalah hartawan yang mahir dalam seluk-beluk perkapalan, membantu Columbus dalam organisasi ekspedisi itu, dan mempersiapkan perlengkapan kapal bendera Santa Maria. Bersaudara Pinzon ini masih memiliki ikatan kekeluargaan dengan Abuzayan Muhammad III (1362-66), Sultan Maroko dari dinasti Marinid (1196-1465). (Thacher, John Boyd: Christopher Columbus, New York 1950).
* Para antropologis telah menemukan prasasti dalam bahasa Arab di lembah Mississipi dan Arizona. Dari prasasti itu diperoleh keterangan bahwa imigran itu membawa juga gajah dari Afrika. (Winters, Clyde Ahmad: Islam in Early North and South America, Al-Ittihad, July 1977, p.60)

* Columbus menulis bahwa pada hari Senin, 21 Oktober 1492, sementara ia berlayar dekat Gibara pada bagian tenggara pantai Cuba, Columbus menyaksikan masjid di atas puncak bukit yang indah. Reruntuhan beberapa masjid dan menaranya serta tulisan ayat Al Quran telah didapatkan di berbagai tempat seperti Cuba, Mexico, Texas, dan Nevada. (Thacher, John Boyd: Christopher Columbus, New York 1950)
* Dr. Barry Fell dari Harvard University menulis bahwa fakta-fakta ilmiah telah menunjukkan bahwa berabad-abad sebelum Columbus, telah bermukim kaum Muslimin di Benua Baru dari Afrika Utara dan Barat. Dr. Fell mendapatkan adanya sekolah-sekolah Islam di Valley of Fire, Allan Springs, Logomarsino, Keyhole, Canyon, Washoe, dan Hickison Summit Pass (Nevada), Mesa Verde (Colorado), Mimbres Valley (New Mexico) dan Tipper Canoe (Indiana) dalam tahun-tahun 700-800. (FellL, Barry: Saga America, New York, 1980] dan GYR,DONALD: Exploring Rock Art, Santa Barbara, 1989).

Jejak Peninggalan Muslim Amerika


Di sekujur benua Amerika kita akan bisa mendapatkan jejak-jejak umat Islam gelombang pertama dan kedua, jauh sebelum kedatangan Columbus. Lihat peta Amerika hari ini buatan Rand McNally dan cermati nama-nama tempat yang ada di Amerika. Di tengah kota Los Angeles terdapat nama kawasan Alhambra, juga nama-nama teluk El Morro dan Alamitos, serta nama-nama tempat seperti Andalusia, Attilla, Alla, Aladdin, Albany, Alcazar, Alameda, Alomar, Almansor, Almar, Alva, Amber, Azure, dan La Habra.

Di bagian tengah Amerika, dari selatan hingga Illinois terdapat nama-nama kota Albany, Andalusia, Attalla, Lebanon, dan Tullahoma. Di negara bagian Washington misalnya, terdapat kota Salem. Lalu di Karibia (ini jelas kata Arab) dan Amerika Tengah misalnya ada nama Jamaika, Pulau Cuba (berasal dari kata Quba?) dengan ibukotanya La Habana (Havana), serta pulau-pulau Grenada, Barbados, Bahama, dan Nassau.

Di Amerika Selatan terdapat nama kota-kota Cordoba (di Argentina), Alcantara (di Brazil), Bahia (di Brazil dan Argentina). Nama-nama pegunungan Appalachian (Apala-che) di pantai timur dan pegunungan Absarooka di pantai barat. Kota besar di Ohio pada muara sungai Wabash yang panjang dan meliuk-liuk bernama Toledo, satu nama universitas Islam ketika Islam masih berjaya di Andalusia, Spanyol.

Menurut Dr. Youssef Mroueh, sekarang saja terdapat tidak kurang dari 565 nama tempat di Amerika Utara, baik di negara bagian, kota, sungai, gunung, danau, dan desa yang diambil dari nama Islam ataupun nama dengan akar kata bahasa Arab. Sebanyak 484 di Amerika Serikat dan 81 di Canada. Ini merupakan bukti yang tak terbantahkan bahwa Islam telah ada di sana sebelum Columbus mendarat. Dr. A. Zahoor bahkan menegaskan bahwa nama negara bagian seperti Alabama, sebenarnya berasal dari kata Allah-bamya, dan juga nama negara Arkansas berasal dari kata Arkan-Sah, serta Tennesse dari kata Tanasuh.

Dr. Mroueh juga menuliskan beberapa nama yang dicatatnya malah merupakan nama kota suci kita seperti Mecca di Indiana, Medina di Idaho, Medina di New York, Medina dan Hazen di North Dakota, Medina di Ohio, Medina di Tennessee, Medina di Texas yang paling besar dengan penduduk 26,000, Medina di Ontario Canada, kota Mahomet di Illinois, Mona di Utah, dan Arva di Ontario Canada.

Ketika Columbus mendarat di kepulauan Bahama pada 12 Oktober 1492, pulau itu sudah dinamai Guanahani oleh penduduknya. Kata ini berasal dari bahasa Mandika yang merupakan turunan dari bahasa Arab. Dilaporkan oleh Columbus bahwa penduduk asli di sini bersahabat dan suka menolong. Guana, yang hingga hari ini masih banyak dipakai sebagai nama di kawasan Amerika Tengah, Selatan dan Utara, berasal dari kata Ikhwana yang berarti ’saudara’ dalam bahasa Arab.

Guanahani berarti tempat keluarga Hani bersaudara. Namun Columbus dengan seenaknya menamakan tempat ini sebagai San Salvador dan merampas kepemilikan pulau itu atas nama kerajaan Spanyol. Columbus dalam catatannya menuliskan bahwa pada 21 Oktober 1492 dia melihat rerunruthan masjid dan menaranya lengkap dengan tulisan ayat-ayat Al Qur’an telah ditemukan selain di Cuba, juga di Mexico, Texas, dan Nevada.

Perlayaran melintasi Lautan Atlantik dari Maroko dicatat juga oleh penjelajah laut Shaikh Zayn-eddin Ali bin Fadhel Al-Mazandarani. Kapalnya berangkat dari Tarfay di Maroko pada zaman Sultan Abu-Yacoub Sidi Youssef (1286 – 1307), penguasa keenam dalam dinasti Marinid. Kapalnya mendarat di pulau Green di Laut Karibia pada tahun 1291. Menurut Dr. Mroeh, catatan perjalanan ini banyak dijadikan referensi oleh ilmuwan Islam.

Sultan-sultan dari kerajaan Mali di Afrika barat yang beribukota di Timbuktu, ternyata juga melakukan perjalanan sendiri hingga ke benua Amerika. Sejarawan Chihab Addin Abul-Abbas Ahmad bin Fadhl Al Umari (1300 – 1384) mencatat berbagai ekpedisi ini dengan cermat. Timbuktu yang kini dilupakan orang, dahulunya merupakan pusat peradaban, perpustakaan dan keilmuan yang maju di Afrika. Ekpedisi perjalanan darat dan laut banyak dilakukan orang menuju Timbuktu atau berawal dari Timbuktu. Sultan yang tercatat melanglang buana hingga ke benua baru saat itu adalah Sultan Abu Bakari I (1285 – 1312), saudara dari Sultan Mansa Kankan Musa (1312 – 1337), yang telah melakukan dua kali ekspedisi melintas Lautan Atlantik hingga ke Amerika dan bahkan menyusuri sungai Mississippi.

Sultan Abu Bakari I melakukan eksplorasi di Amerika tengah dan utara dengan menyusuri sungai Mississippi antara tahun 1309-1312. Para eksplorer ini berbahasa Arab. Dua abad kemudian, penemuan benua Amerika diabadikan dalam peta berwarna Piri Re’isi yang dibuat tahun 1513, dan dipersembahkan kepada raja Ottoman Sultan Selim I (1517). Peta ini menunjukkan belahan bumi bagian barat, Amerika selatan dan bahkan benua Antartika, dengan penggambaran pesisiran Brasil secara akurat.

Indian dan Umat Islam


Beberapa nama-nama suku Indian dan kepala sukunya juga berasal dari akar kata bahasa Arab, seperti: Anasazi, Apache, Arawak, Cherokee (Shar-kee), Arikana, Chavin Cree, Makkah, Hohokam, Hupa, Hopi, Mahigan, Mohawk, Nazca, Zulu, dan Zuni. Kepala suku Indian Cherokee yang terkenal, Sequoyah yang nama aslinya Sikwoya, merupakan ketua suku yang sangat terkenal karena beliau menciptakan sillabel huruf-huruf (Cherokee Syllabary) bagi orang Indian pada tahun 1821. Namanya diabadikan sebagai nama pohon Redwood yang tertinggi di California, sekarang dapat disaksikan di taman hutan lindung di utara San Francisco.

sequoyah2Berlainan dengan gambaran stereotip tentang suku Indian yang selalu mengenakan bulu-bulu burung warna-warni di kepalanya, seperti yang banyak digambarkan para seniman Barat selama ini, Sequoyah (lihat gambar) selalu mengenakan sorban. Dia tidak sendirian, masih banyak ketua suku Indian yang mengenakan tutup kepala gaya orang Islam. Mereka adalah Chippewa, Creek, Iowa, Kansas, Miami, Potawatomi, Sauk, Fox, Seminole, Shawnee, Sioux, Winnebago, dan Yuchi. Bahkan sebagian dari mereka mengenakan penutup kepala yang khas Arab seperti ditunjukkan pada foto-foto tahun 1835 dan 1870

Orang-orang Indian Amerika juga memegang nilai ketuhanan dengan mempercayai adanya Tuhan yang menguasai seluruh alam semesta ini, dan Tuhan tersebut tidak teraba oleh panca indera. Mereka juga meyakini bahwa tugas utama manusia diciptakan oleh Tuhan adalah untuk memuja dan menyembahnya. Seperti penuturan seorang kepala suku Ohiyesa: ”In the life of the Indian, there was only inevitable duty -the duty of prayer- the daily recognition of the Unseen and the Eternal”. Di dalam Al Qur’an, kita diberitahukan bahwa tujuan penciptaan manusia dan jin adalah semata-mata demi untuk beribadah kepada Allah SWT.

Ahli sejarah seni Jerman, Alexander Von Wuthenau, dalam buku klasiknya “Unexpected Faces in Ancient America” (1975); serta Ivan Van Sertima dengan buku “They Came Before Columbus” (1976) dan juga mengedit buku “African Presence In Early America” di mana intelektual Perancis abad ke-19 Brasseur de Bourboug di situ mengungkapkan keberadaan orang-orang Islam di Amerika tengah, yang juga didukung essei dari P.V. Ramos dalam buku yang sama tentang keberadaan ‘Mohemmedans’ di Karibia (Carib) yang dijumpai Columbus. Beberapa literature lainnya yang bisa ditelusuri tentang hal yang sama antara lain dari ahli arkeologi dan linguis Howard Barraclough (Barry) Fell berjudul “Saga America” (1980); Colin Taylor (editor) “The Native Americans” (1991); dan orientalis Inggris De Lacy O’Leary yang menulis “Arabic Thought and It’s Place In Western History” (1992).

Salah satu buku yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia karya Gavin Menzies, seorang bekas pelaut yang menerbitkan hasil penelusurannya, menemukan adanya peta empat buah pulau di Karibia yang dibuat pada tahun 1424 dan ditandatangani oleh Zuane Pissigano, kartografer dari Venesia. Peta ini berarti dibuat 68 tahun sebelum Columbus mendarat di Amerika. Dua pulau pada peta ini kemudian diidentifikasi sebagai Puerto Rico dan Guadalupe. Menzies juga mengemukakan bahwa Laksamana Zheng He (Ceng Ho), seorang Lkasamana Cina Muslim, telah mendarat di Amerika pada tahun 1421, 71 tahun lebih awal ketimbang Columbus. Lima abad sebelumnya, Khaskhas Ibn Saeed Ibn Aswad pun telah menjejakkan kaki di Amerika. Jelas, penemu Amerika sama sekali bukan Colombus, tetapi para pionir pelayaran dunia, yakni pelaut-pelaut Islam yang ulung.

Sumber: http://nurkhatami.wordpress.com/2011/04/13/umat-islam-sudah-lebih-dulu-menemukan-amerika-sebelum-columbus/ (ditambah dan di modifikasi sedikit)

Penjaga Makam Yesus Ternyata Seorang Muslim

Sang Penjaga Makam Yesus. Foto : Google.com
Gerbang itu besar dan tinggi. Pintunya dari kayu tebal dan bergerendel besi. Kaum Kristen di seluruh dunia mengenal gerbang itu sebagai pintu masuk Gereja Makam Kudus di Yerusalem.


Makam itu adalah bangunan tersuci umat Kristen. Mereka percaya gereja itu di bangun di atas bukit Golgotha, tempat Yesus Kristus disalib dan makam tempat ia bangkit kembali.

Wajeeh Nuseibeh bukan Kristen. Lelaki gemuk berusia 55 tahun itu beragama Islam dan hidup turun-temurun di kota yang menjadi Ibu Kota Israel itu.

Tapi, demikianlah adanya. Makam suci itu dijaga selama berabad-abad oleh sebuah keluarga Muslim. Wajeeh adalah salah satu keturunan keluarga itu yang kini menjadi juru kunci Gereja Makam Kudus."Tak seorang pun di seluruh dunia yang boleh membuka gereja itu kecuali aku," katanya seperti dilaporkan Time edisi 31 Juli 2006.

Ketika Kalifah Umar menguasai Yerusalem pada tahun 638, ia menugaskan seorang prajurit Arab, nenek moyang Wajeeh, menjaga gereja itu. Sejak itu keluarga Nuseibah tak cuma menjaga gereja tapi juga menjadi wasit bagi tujuh sekte Kristen yang saling memperebutkannya.

Tiga kelompok terkuat -- Katolik Roma, Yunani, dan Armenia -- memegang 70 persen kepemilikan gereja. Setiap kelompok mengaku berhak memiliki tempat suci itu. Masing-masing meletakkan patung-patung malaikatnya di dalam basilika.

Beberapa tahun lalu, misalkan, sekitar 500 pendeta Yunani dan Fransiskan bercekcok berjam-jam, saling melempar bangku dan memukul dengan tangkai tempat lilin. Ini terjadi gara-gara satu sekte harus melintasi barang suci milik yang lain.

Selama berabad-abad kecurigaan dan kebencian itu membuat hanya seorang Muslim yang dapat dipercaya memegang kunci Makam. "Kaum Kristen menilai aku netral," kata Wajeeh.

Wajeeh hanya digaji sekitar Rp 45 ribu per bulan oleh masing-masing sekte. Jadi, ia menerima sekitar Rp 315 ribu per bulan untuk mengurusi tempat itu. Tapi, dia mengerjakannya dengan serius karena itulah tugas keluarganya.

Keluarga Nuseibeh dulu punya ladang-ladang zaitun yang luas, tapi telah musnah setelah perang 1967 ketika Israel menjajah wilayah Yordania.

Wajeeh mendapat uang tambahan sebagai pemandu wisata. Sebagian keluarga Nuseibeh kini menjadi profesor dan pengusaha, tapi takdir Wajeeh, yang diwariskan oleh ayahnya, adalah menjaga Makam Suci."Kadangkala orang-orang memarahiku. 'Kamu Muslim. Apa yang kau lakukan di sini?' Aku katakan kepada mereka, 'Kami tidak fanatik. Kami menghormati kaum Kristen', aku hanya meneruskan pekerjaan leluhurku yang diperintah oleh amirul mukminin Umar bin Khattab. " kata Wajeeh.

Sumber: Islamicgeo

Islam Tidak Mengenal Dunia entertainment (hiburan)?

dunia hiburan dalam pandangan islam entertaimentAudisi untuk menjadi entertain semakin marak dimana-mana, cara instan untuk cepat kaya tentunya. Tentang hiburan, apakah ada dalam islam konsep hiburan? apakah hiburan itu perlu dipermasalahkan?

Permasalahan pokoknya bukan pada entertainment itu sendiri, tp ap yang terjadi dengan entertainment trsbut? Konotasi entertainment seakan negatif di benak umat islam karena kita punya anggapan bahwa islam tidak mengenal dunia hiburan, padahal kita mengenal sudah sejak 14 abad yang lalu. Hal itu disyaratkan oleh banyak pernyataan dan penyikapan Nabi Muhammad saw tentang hiburan, diantaranya sebagai berikut:

Ketika Abu Bakar RA tidak setuju dengan nyanyian dua budak wanita pada hari raya di rumahnya dan mengusir keduanya, maka Nabi berkata kepada Abu Bakar, "Biarkan keduanya, wahai Abu Bakar, sesungguhnya hari ini adalah hari raya, agar orang-orang Yahudi mengetahui bahwa sesungguhnya di dalam agama kita ini ada hiburan."

Rasulullah SAW juga pernah mengizinkan kepada orang-orang Habasyah untuk bermain dengan tombak mereka di Masjid Nabawi pada hari-hari besar dan Nabi SAW mendorong mereka, "Di bawahmu wahai Bani Arfidah."

Rasulullah SAW memberi kesempatan kepada Aisyah RA untuk melihat mereka dari belakangnya, sedangkan mereka terus bermain dan menari, dan Nabi tidak memandang demikian itu sebagai dosa.

Pada suatu hari beliau pernah menegur suatu pesta perkawinan yang sepi-sepi saja, tidak disertai permainan atau lagu-lagu. Beliau mengatakan, "Mengapa tidak ada permainannya? Sesungguhnya kaum Anshar itu tertarik dengan permainan."

Di dalam sebagian riwayat Rasulullah SAW bersabda, "Mengapa kamu tidak mengirimkan bersamanya orang yang menyanyi dan mengatakan. 'Kami telah datang kepadamu... kami telah datang kepadamu... (karena itu) sambutlah kami...,' sebagai ucapan selamat kami untukmu.

Dari hal diatas dapat kita ambil satu simpulan bahwa fitrah atau tabiat manusia dalam menyukai hiburan tidak dapat dimusnahkan, yang dapat kita lakukan adalah mengarahkannya atau menggantinya dengan yang lebih baik (beradab). sebagai bukti penguat; ketika Rasulullah saw sampai ke madinah, penduduk kota itu sedang merayakan hari raya dengan permainan. Beliau bertanya; “Dua hari raya apakah itu?” mereka menjawab “Di masa jahiliah dulu kami biasa mengadakan permainan-permainan dalam dua hari raya itu. Kemudian Rosul saw mengatakan “Alloh telah memberi penggantinya yang lebih baik bagi kalian, yaitu idul adha dan idul fitri (Diriwayatkan oleh Abu Dawud dengan sanad Anas, Ahmad bin Hambal dan An-Nasaiy)

Masalahnya saat ini peradaban yang sedang berkuasa adalah peradaban barat yang seluruh orientasinya adalah materi, yang punya prinsip al ghayah tubarrirul wasilah (menghalalkan segala cara/the end justifies the means), otomatis semua bidang termasuk seni dan hiburan dibuat sedemikian rupa untuk kepentingan materi semata tanpa memandang baik atau buruknya.

Masyarakat belum percaya bahwa jika islam yang memimpin (peradaban islam kembali) hiburan akan ada, yang terbayang dalam benak kebanyakan muslim adalah hukuman potong tangan, rajam dan sebagainya, padahal hukum pidana (hudud) hanya mengambil 5% saja dari keseluruhan hukum2 yang ada dalam syariah islam, itu pun untuk kemaslahatan, dengan syarat, proses dan ketentuan yang tidak asal dilaksanakan. Karenanya salah jika ada yang beranggapan misalkan bahwa jika islam berjaya, tak akan ada bioskop,.. keliru! justeru tetap ada, namun muatan filemnya penuh moral... misal lagi, kolam renang tidak akan ada, keliru, justeru diperbanyak, tapi dipisah antara lelaki dan perempuan. Wallahu'alam

Khilafah Utsmaniyyah; Keindahan Dan Seni Wakaf Burung

Khilafah Utsmaniyyah
Khilafah Utsmaniyyah

Diceritakan oleh orientalis asal Armenia d'Ohsson tentang interaksi manusia dengan hewan dan burung serta hak-haknya pada masa khilafah Utsmaniyyah bahwasannya wakaf burung merpati sangat banyak, orag-orang utsmaniy tidak memakan daging burung merpati yang lezat itu. Mereka sudah cukup senang dengan melihatnya berterbangan di dinding-dindng masjid yang ada di seluruh kota. Cinta kebaikan bagi mereka berarti juga cinta kepada hewan, karena itu tidak seorag pun yang boleh memerlakukan hewan dengan cara yang buruk, polisi segera menangkap jika hal tersebut terjadi. Juga tidak boleh memergunakan hewan untuk kepentingan yang menguras tenaganya. Setiap hari dapat kita saksikan interaksi luar biasa orang-orang Utsmaniy terhadap hewan ini di setiap tempat, karena mereka yakin bahwa hewan juga adalah makhluk Allah. Tidak diragukan lagi bahwa hal ini merupakan salah satu faktor kemuliaan dan kehormatan mereka (orang2 utsmaniy).



Sumber: el embaratur el ustsmaniyyah

Mengapa masa Iddah wanita 3 bulan setelah sang suami menceraikannya?

Mengapa masa Iddah wanita 3 bulan setelah sang suami menceraikannya?
Robert Guilhem
secara ilmiah seorang pakar genetika Yahudi Robert Guilhem berhasil mengungkap dibalik rentang waktu tersebut. Menurutnya tiga bulan adalah waktu hilangnya jejak lelaki pada diri wanita yang merupakan jejak dari persetubuhan.

Bukti ini mendorongnya untuk melakukan penelitian di sebuah perkampungan Afrika Muslim di Amerika. Dalam penelitiannya ia menemukan bahwa setiap wanita di sana hanya mengandung dari jejak sidik pasangan mereka saja. Sementara penelitian ilmiah di sebuah perkampungan lain di Amerika membuktikan bahwa wanitanya yang hamil memiliki jejak sidik beberapa laki-laki dua hingga tiga. Artinya, wanita-wanita non Muslim di sana melakukan hubungan intim selain pernikahan yang sah.

Yang mengagetkan sang pakar ini adalah ketika dia melakukan penelitian ilmiah terhadap istrinya sendiri. Sebab ia menemukan istrinya memiliki tiga rekam sidik laki-laki alias istrinya berselingkuh. Dari penelitiannya, hanya satu dari tiga anaknya saja berasal dari dirinya. Setelah penelitian-penelitian yang dilakukan ini akhirnya meyakinkan sang pakar Guilhem ini memeluk Islam. Ia meyakini bahwa hanya Islamlah yang menjaga martabat perempuan dan menjaga keutuhan kehidupan sosial. Ia yakin bahwa wanita Muslimah adalah wanita paling bersih di muka bumi ini.

Mawar Merah; Tanda Kasih Sayang Untukmu ♥

Mawar Merah Sakit
Mawar Merah

Tahukah anda, pada masa daulah utsmaniyyah, setiap rumah yang ada orang sakit di dalamnya diberi tanda mawar merah agar orang-orang yang lewat ke depan rumah tersebut faham bahwasannya di dalam rumah ada orang sakit sehingga tidak membuat kegaduhan terhadap orang sakit tersebut. Inilah tanda kasih sayang umat islam pada saat itu terhadap sesamanya.

Robot Ternyata Berawal dari Ilmuwan Muslim Ini


Robot ditemuan ilmuwan muslim
Robot
REPUBLIKA.CO.ID, Bicara soal robot, tak ayal kita juga akan mengingat Negara Jepang sebagai pelopor industri robot-robot cerdas dewasa ini. Tetapi  siapa orang yang pertama kali menemukan sistem robotika modern?

Ibnu Ismail Al Jazari, lahir di  Al Jazira, tepatnya antara Sungai tigris dan Efrat. Nama lengkapnya Badi Al-Zaman Abullezz Ibn Alrazz Al-Jazari. Dia tinggal di Diyar Bakir, Turki, selama abad kedua belas.

Seperti ayahnya ia mengabdi pada raja-raja Urtuq atau Artuqid di Diyar Bakir dari 1174 sampai 1200 sebagai ahli teknik. Di masanya, Al Jazari yang telah mampu menciptakan robot manusia (humanoid) yang bisa diprogram. Al Jazari mengembangkan prinsip hidrolik untuk menggerakkan mesin yang kemudian hari dikenal sebagai mesin robot.

Ada pun mesin robot yang diciptakan Al Jazari kala itu berbentuk sebuah perahu terapung di sebuah danau yang ditumpangi empat robot pemain musik; dua penabuh drum, satu pemetik harpa, dan peniup seruling. Robot ini diciptakan untuk menghibur para tamu kerajaan dalam suatu acara jamuan minum.

Seperti dilansir situs apakabardunia.com, sebagai robot pemain musik, tentu saja mereka pun ahli menghasilkan suara musik yang indah. Misalnya saja, robot penabuh drum dapat memainkan beragam irama yang berbeda-beda. Jadi, robot itu pun bermain musik seperti manusia sungguhan!

Penemuan penting lainnya dari Al Jazari adalah pencuci tangan otomatis. Keran tersebut bekerja otomatis bisa mengeluarkan air tanpa harus diputar. Sistem pencuci tangan yang dikembangkan Al Jazari itu juga digunakan saat ini dalam sistem kerja toilet modern.

Teknologi yang dikembangkan Al Jazari mencapai 50 jenis dan semua ditulis dalam kitab yang berjudul "The Book of Knowledge of Ingenious Mechanical Devices"

Seorang ahli teknik Inggris, Donal Hill begitu kagum dengan pencapaian Al Jazari. Ia berpendapat, ”Tak mungkin mengabaikan hasil karya Al-Jazari yang begitu penting. Dalam bukunya, ia begitu detail memaparkan instruksi untuk mendesain, merakit, dan membuat sebuah mesin."

Salah satu karya Al Jazari yang membuat Donald Hill kagum adalah jam gajah - diciptakan sekitar tahun 1206. Cara kerjanya dengan tenaga air dan berat benda untuk menggerakkan secara otomatis sistem mekanis, yang dalam interval tertentu akan memberikan suara simbal dan burung berkicau. Replika jam gajah dapat dilihat saat ini di London Science Museum.

Pada acara World of Islam Festival yang diselenggarakan di Inggris pada 1976, banyak orang yang berdecak kagum dengan hasil karya Al-Jazari. Ketertarikan Donald Hill terhadap karya Al-Jazari membuatnya terdorong untuk menerjemahkan karya Al-Jazari pada 1974, atau enam abad dan enam puluh delapan tahun setelah pengarangnya menyelesaikan karyanya.

Wasiat Umar bin Khattab; Mengenali Calon Pemimpin Dengan Sungguh-Sungguh

Umar Bin Khatab adalah sosok yang selalu menjadikan Syura sebagai pegangan dalam setiap perkara, sekecil apappun perkara tersebut. Beliau pernah berkata: "Tidak ada kebaikan pada sebuah perkara yang diputuskan tanpa syuro".

Beliau adalah orang yang pertama kali membentuk kaidah syura dalam pemilihan khalifah. Saat terkapar setelah terkena tikaman, beliau pernah ditanya tentang wasiat apa yang ingin disampaikannya, maka kemudian Umar berkata kepada Miqdad Bin Aswad:

"Jika kalian telah meletakanku di dalam liang lahat, masukanlah (ke dalam ruangan khusus) Ali, Zubair, Sa'd, Abdurrahman Bin Auf, dan Thalhah, hadirkan juga bersama mereka Abdullah Bin Umar,dan dia sama sekali tidak punya kepentingan dengan pemerintahan. Berdirilah kamu di depan mereka (perhatikan), jika lima orang telah bersepakat dan ridha terhadap satu orang (untuk dijadikan pemimpin), dan ada satu orang yang menolak, maka layangkan pedangmu ke kepalanya, jika yang bersepakat empat orang, dan dua orang menolak, layangkan pedangmu ke dua orang tersebut. Jika tiga orang bersepakat, maka berikan keputusannya kepada Abdullah bin Umar. Kelompok manapun yang Abdullah pilih dari dua kelompok tersebut, maka pilih seseorang (untuk jadi khalifah) dari mereka (kelompok terpilih). Jika mereka tidak rela (setuju) dengan keputusan Abdullah, maka bergabunglah kamu bersama kelompok yang ada Abdurrahman Bin Auf di dalamnya, dan bunuhlah sisanya jika mereka menolak apa yang telah disepakati bersama."
______________________________

Sebagian orang mungkin merasa ngeri dan bertanya-tanya “Kok main bunuh-bunuhan?”, tenang! Riwayat ini bukan tentang semangat bunuh-bunuhan, dan Kenyataan yang terjadi tidak ada pertumpahan darah di dalam Majlis Syura tersebut, yang ada malah saling melempar amanah besar itu satu sama lain. Mereka sadar betul bahwa kepemimpinan adalah khidmah (pelayanan), bukan singgasana kekuasaan.

Perintah Umar untuk membunuh yang tidak setuju bukan perintah asal tanpa perhitungan. Tentunya beliau sudah dapat memprediksi apa yang akan terjadi, kenapa bisa begitu? Keenam sosok yang Umar sebut bukanlah orang-orang yang asing bagi Umar. Umar sudah kenal betul siapa dan bagaimana mereka? Kemampuan mereka dan kapasitas kepemimpinan mereka, akhlak dan karakter mereka. Umar sudah tahu detail tentang mereka. Inilah alasan kenapa perintah “Bunuh” itu muncul, karena pembunuhan itu sangat kecil kemungkinannya terjadi.

Dari apa yang telah dipaparkan, satu kesimpulan saja yang ingin saya ambil, dan tentunya anda bisa menarik sebanyak mungkin kesimpulan. “Mengenal dan memilih calon pemimpin” itu saja! Memilih pemimpin bukan perkara asal-asalan, asal coblos, asal tunjuk, apalagi zaman sekarang, zaman yang keburukan sering menyamar, dan kebaikan sering tersamarkan. Perlu pengetahuan cukup tentang calon pemimpin. Memilih pemimpin adalah kewajiban, karena kita diwajibkan menaatinya. Bagaimana mungkin kita taat jika ternyata pemimpin yang terpilih adalah orang yang zalim dan sewenang-wenang, karena itu, tepat dalam memilih adalah kemestian! “Sesuatu yang kewajiban itu tidak sempurna kecuali dengannya, maka ‘sesuatu’ itu wajib” begitulah menurut kaidah fiqhiyyah.

Memilih pemimpin adalah amanah, sudah seharusnya amanah itu tidak disia-siakan. Salah satu bentuk penyia-nyiaan amanah adalah memilih atau menyerahkan suatu urusan kepada seseorang yang bukan ahli dalam urusan tersebut.

Rasulullah saw bersabda “Jika amanah sudah ditinggalkan (disia-siakan), maka nantikanlah kiamat (akan segera tiba)” Sahabat bertanya “Seperti apa amanah yang ditinggalkan (disia-siakan) itu?” Rasulullah saw menjawab “Jika sebuah perkara (perkara apapun itu, termasuk perkara kepemimpinan) diserahkan kepada yang bukan ahlinya, maka nantikanlah kiamat (kehancurannya)”. (HR. Bukhari).

Ketika kita memilih pemimpin, berarti kita memekerjakan seseorang untuk mengurusi negara, untuk melayani masyarakat. Bukankah kepemimpinan itu adalah pelayanan? Tentunya kita akan memilih pekerja terbaik, bukan sembarangan. Rasulullah saw bersabda: “Orang yang mempekerjakan seseorang dari suatu kaum, dan di kaum itu ada yang lebih baik dan lebih diridhai Allah daripada yang diperkerjakannya, maka dia telah berkhianat kepada Allah, berkhianat kepada Rasul Nya dan berkhianat kepada kaum Muslimin” . (H.R. Al Hakim)

Pada Kemudian hari, Umar menjadi orang yang benar-benar mengaplikasikan sabda Beliau saw ini, umar berkata “Orang yang memperkerjakan seseorang hanya dengan alasan kekeluargaan atau kekerabatan, dan tidak ada alasan selain itu, maka dia telah berkhianat kepada Allah, Rasul Nya dan kaum Mukminin

Dalam konteks kekinian, suara yang diberikan pemilih saat pemilu merupakan salah satu bentuk kesaksian; kesaksian bahwa ada seseorang yang lebih layak untuk menduduki posisi tertentu dalam kursi pemerintahan, sehingga siapapun yang mendapat suara terbanyak dialah yang pantas menjadi bagian dari pemerintah. Sayangnya, tidak selamanya suara mayoritas dari hasil pemilu menunjukan kepada “Kesaksian sebenarnya”; bahwa orang yang terpilih merupakan orang yang benar-benar layak memimpin, kenapa? Karena suara mungkin dibeli! Pemilih mungkin disogok! Belum lagi yang golput.

Seratus alim ulama Mesir[1] memfatwakan bahwa menjual suara haram dan golput merupakan salah bentuk khianat terhadap amanah! Itu karena seseorang tidak diperbolehkan bersaksi bertentangan dengan hal sebenarnya dan apa yang ia yakini bahwa itu benar, karena saksinya itu akan berpengaruh terhadap suara terbanyak, dan pada saat yang sama boleh jadi ia telah termasuk dalam orang yang memekerjakan yang tidak layak seperti yang telah disinggung dalam sabda Nabi saw di atas.

Pemilih yang mengambil uang suap sama dengan telah menyalahi kebenaran dan meneguhkan eksistensi kebatilan, lebih jauh lagi, boleh jadi sabda nabi berlaku kepadanya bahwa “Allah melaknat penyuap (ar-raasyi) dan yang disuap (al-murtasyi)”. Wajib baginya menginfakan uang tersebut untuk kepentingan umum, dan memilih yang benar-benar menurutnya layak, bukan karena disuap. Jika si pemilih sendiri kondisinya kekurangan (fakir), boleh memanfaatkan uang itu untuk kepentingannya dengan dibarengi taubat dan tekad untuk tidak mengulainya.

Apabila ia telah berjanji atau bersumpah kepada si penyuap untuk memilih namun menarik diri untuk tidak memilih, maka baginya keharusan membayar kafarat (menebus sumpah). Rasulullah saw bersabda “Barang siapa yang bersumpah atas sesuatu, lalu dia melihat sesuatu yang lebih baik dari objek sumpahnya itu, hendaklah ia melakukan yang terbaik dan membayar kafarat sumpahnya.” (HR. Muslim)

Cara menebus sumpahnya dengan memberi makan 10 orang miskin, jika tidak sanggup, dibayar dengan cara shaum 3 hari. Adapun mereka yang dipaksa bersumpah untuk memilih seseorang yang menurutnya tidak layak dipilih, maka sumpahnya tidak sah. Imam Malik berkata “Tidak sah dan tidak berlaku sumpahnya orang yang dipaksa”.

Adapun mereka yang cenderung kepada golput disebabkan karena ketidakpuasan dan ketidak tertarikan akan kredibilitas calon pemimpin yang ada, maka setiap pemilih tetap diminta untuk memenuhi kesaksiannya, dan merupakan keharusan seorang saksi untuk tidak menolak (enggan) ketika dimintai kesaksian. Dia masih bisa bertanya mengenai calon pemimpin dan beristikharah. Adapun mereka yang golput hanya karena enggan tanpa alasan, kemungkinannya dua, orang bersangkutan sudah tahu bahwa ada diantara calon yang layak, pada kondisi seperti ini orang tersebut sama saja dengan menyembunyikan kesaksiannya. Kemungkinan kedua, orang bersangkutan tidak tahu, jelas tidak ada masalah.

Demikianlah pendapat para ulama dan istidlal (penarikan dalil) mereka dari Al-Quran dan As-Sunnah tentang urgensi memilih pemimpin serta seluk beluknya yang saya rangkum dalam artikel singkat ini. Wallahualam.

Satu orang pemilih yang bodoh saja dalam sistem demokrasi dapat membahayakan keamanan negara seluruhnya”. (John F. Kennedy)
_____________________________________________
Catatan Kaki: [1]
Beberapa diantaranya:

  1. DR. Muhammad Mukhtar Mahdi (Dosen Univ. Al-Azhar dan Ketua jam’iyah syar’iyyah)
  2. DR. Abdus Satar Fathullah Sa’id (Dosen Tafsir Univ. Al-Azhar)
  3. DR. Muhammad Abdul Maqshud (Dai salafiy)
  4. DR. Yasir Burhamiy (Wakil Ketua Dakwah Salafiyyah)
  5. DR. Abdul Hay Al Farwamiy (Dosen Univ. Al-Azhar dan Ummul Qura)
  6. DR. Thal’at ‘Afifi (Mantan Dekan Fakultas Dakwah Islamiyah Univ. Al Azhar)

Kotak Infak Ajaib Di Zaman Kegemilangan Islam


Lubang di atas merupakan tempat untuk bersedekah. Orang-orang secara sukarela menginfakan hartanya disitu kapan pun mereka mau. Adapun orang-orang fakir miskin mengambil sesuai dengan kebutuhannya tanpa ada seorang pun yang melihat. Kotak-kotak tersebut diletakan di masjid-masjid, pasar, dan tempat-tempat umum lainnya.

Diriwayatkan dalam buku-buku sejarah lainnya bahwa terkadang orang yang hendak berinfak tidak mendapatkan ruang untuk meletakan uang infaknya, dan uang-uang yang adapun sampai berceceran.


Sumber: Disini

Penemuan Sabun Di Dunia Islam


Salah satu penemuan penting yang dicapai umat Is lam di era keemasan ada lah sabun. Sejak abad ke- 7 M, umat Muslim te lah mengembangkan se bu ah gaya hidup higienis yang mu takhir. Menurut Ahmad Y Al-Hassan da lam bukunya berjudul, Tech nology Transfer in the Chemical Industries, kota-kota Islam seperti Nablus (Palestina), Kufah (Irak), dan Basrah (Irak) telah menjadi sentra industri sabun.‘’Sabun yang kita kenal hari ini adalah warisan dari peradaban Is lam,’’ papar Al-Hassan. Menurut Al-Hassan, sabun yang terbuat da ri minyak sayuran, seperti minyak zaitun serta minyak aroma, perta ma kali diproduksi para kimiawan Muslim di era kekhalifahan. Salah seorang sarjana Muslim yang telah mampu menciptakan formula sa bun adalah Al-Razikimiawan legendaris dari Persia.

‘’Hingga kini, formula untuk mem buat sabun tak pernah ber ubah,’’ cetus Al-Hassan. Sabun yang dibuat umat Muslim di zaman ke jayaan sudah menggunakan pe warna dan pewangi. Selain itu, ada sabun cair dan ada pula sabun ba tangan. Bahkan, pada masa itu sudah tercipta sabun khusus untuk mencukur kumis dan janggut. Harga sabun pada 981 M berki sar tiga Dirham (koin perak) atau setara 0,3 Dinar (koin emas). Resep pembuatan sabun di dunia Islam juga telah ditulis seorang dokter terkemuka dari AndalusiaSpa nyol Islambernama Abu Al-Qa sim Al-Zahrawi alias Abulcassis (936-1013 M).

Ahli kosmetik ini me maparkan tata cara membuat sa bun dalam kitabnya yang monumen tal bertajuk, Al-Tasreef. Al-Tasreef merupakan ensiklopedia kedokteran yang terdiri atas 30 volume. Kitab itu telah diterje mah kan ke dalam bahasa Latin dan digunakan sebagai buku refe r ensi utama di sejumlah universitas Eropa terkemuka. Sang dokter me maparkan resep-resep pembuatan beragam alat kosmetik pada volu me ke-19 dalam kitab Al-Tasreef. Selain itu, resep pembuatan sabun yang lengkap tercatat dalam sebuah risalah bertarikh abad 13 M. Manuskrip itu memaparkan se cara jelas dan detail tata cara pembuatan sabun. Fakta ini menunjukkan betapa dunia Islam telah jauh lebih maju dibandingkan peradaban Barat. Masyarakat Barat, khususnya Eropa, diperkirakan baru mengenal pembuatan sabun pada abad ke-16 M.

Namun, Sherwood Tay lor (1957) dalam bukunya berjudul, A History of Industrial Chemistry, menyatakan, peradaban Barat baru menguasai pembuatan sabun pada abad ke-18 M. Sejatinya, menurut RJ Forbes (1965) dalam bukunya bertajuk, Studies in Ancient Techno logy, campuran yang mengandung sabun telah digunakan di Mesopotamia.

‘’Mereka belum mengenal sabun, tapi beberapa deterjen telah digunakan,’’ ungkap Forbes. Menurut dia, dunia klasik belum memiliki deterjen yang lebih baik. Penemuan sabun yang tergolong modern memang baru diciptakan pada masa kejayaan Islam. Sejarah pembuatan sabun di dunia Islam dicatat secara baik oleh Raja Al- Muzaffar Yusuf ibn `Umar ibn `Ali ibn Rasul ( wafat 1294 M). Dia adalah seorang Raja Yaman yang berasal dari Dinasti Bani Rasul yang kedua.

Raja Al-Mu zaffar merupakan seorang pengua sa yang senang mempelajari kar yakarya ilmuwan Muslim da lam bidang kedokteran, farmakologi, pertanian, dan teknologi. Raja Al-Muzaffar juga sangat men cintai ilmu pengetahuan. Pada ma sa kekuasaannya di abad ke-13 M, ia mendukung dan melindungi pa ra ilmuwan dan seniman untuk ber kreasi dan berinovasi. Dalam ri sa lahnya, sang raja mengisahkan bah wa Suriah sangat dikenal seba gai penghasil sabun keras yang bia sa digunakan untuk keperluan di toilet.

N Elisseeff dalam arti kel nya berjudul, Qasr al- Hayr al-Sharqi, yang dimu at dalam Ensiklo pe dia Islam volume IV menya t akan, para arkeolog me nemukan bukti pembuatan sabun dari abad ke-8 M. Saat itu, kekhalifahan Islam sedang menjadi salah satu penguasa dunia. Geografer Muslim kela hiran Yerusalem, Al-Maq disi, dalam risalahnya ber judul, Ahsan al-Taqasim fi ma`rifat al-aqalim, juga te lah mengungkapkan kemajuan in dustri sabun di dunia Islam. Menu rut Al-Maqdisi, pada abad ke-10, Kota Nab lus (Palestina) sangat masyhur sebagai sentra industri sabun. Sabun buatan Nablus telah diekspor ke berbagai kota Islam.

Menurut Al-Maqdisi, sabun juga telah dibuat di kota-kota lain di ka was an Mediterania, termasuk di Spa nyol Islam. Andalusia dikenal sebagai penghasil sabun berbahan minyak zaitun. M Shatzmiller da lam tulisannya bertajuk, al-Mu wah hidun, yang tertulis dalam En si klo pedia Islam terbitan Brill Lei den, juga mengungkapkan betapa pesatnya perkembangan industri sabun di dunia Islam. ‘’Pada 1200 M, di Kota Fez (Maroko) saja terdapat 27 pabrik sabun,’’ papar Shatzmiller.

Sherwood Taylor, dalam Medie val Trade in the Mediterranean World menyebutkan, pada abad ke- 13 M, sabun batangan buatan kotakota Islam di kawasan Mediterania telah diekspor ke Eropa. Pengirim an sabun dari dunia Islam ke Ero pa, papar Taylor, melewati Alps ke Eropa utara lewat Italia. Selain sabun, dunia Islam pun te lah menggenggam teknologi pem- buatan beragam alat kosmetik. Salah satunya adalah parfum. Umat Islam di zaman kekhalifahan juga telah mengembangkan tekno logi pembuatan parfum hingga men jadi sebuah industri yang sangat besar.

Para sejarawan meyakini bahwa fondasi industri minyak wangi yang berkembang pesat di dunia Is lam dibangun oleh dua ahli kimia termasyhur, yakni Jabir Ibnu Hay yan (721-815 M) serta Al-Kindi (805-873 M). Kimiawan Muslim da ri abad ke-12, Al-Isybili, mengung kapkan, pada masa kejayaan Islam terdapat tak kurang dari sembilan buku teknis dan pedoman bagi pengelola industri parfum. Meski begitu, kitab tentang peng olahan minyak wangi atau par fum yang masih tersisa hanyalah Kitab Kimiya’ al-’Itr (Book of the Chemistry of Perfume and Dis tillations) karya Al-Kindi.

Jauh sebelum Al-Kindi, pe ngem bangan industri parfum di dunia Islam juga sempat dilakukan ‘Bapak Kimia Modern’ Jabir Ibnu Hayyan. Ia mengembangkan bebe rapa teknik, termasuk penyulingan (distilasi), penguapan (evaporation), dan penyaringan (filtrasi). Ketiga teknik itu mampu mengambil aroma wewangian dari tumbuhan dan bunga dalam bentuk air atau minyak.

Teknik dan metode dasar yang diletakkan oleh Jabir itu dikembangkan Al-Kindi. Ia melakukan riset dan eksperimen dengan lebih cermat. Al-Kindi mencoba mengombinasikan beragam tanaman dan bahan-bahan lain untuk memproduksi beragam jenis parfum dan minyak wangi. Ilmuwan Muslim asal Kufah, Irak, itu pun berhasil menemukan tak kurang dari 107 metode dan resep untuk membuat parfum serta peralatan pembuatannya. Begitulah, dunia Islam di era keemasan telah mampu mengembangkan industri sabun dan juga parfum.

Resep Sabun Warisan Peradaban Islam
Minyak zaitun dan al-Qali merupakan bahan utama pembuatan sabun. Ba han lain yang kerap digunakan untuk membuat sabun adalah natrun. Lalu, bagai mana proses pembuatan sabun dilakukan di dunia Islam pada abad ke-13 M? Berikut ini resep pembuatan sabun yang ditulis Daud Al- Antaki seperti dikutip Ahmad Y Al-Hassan dan Donald R Hill dalam bukunya bertajuk, Islamic Technology: An Illustrated History:

Inilah cara membuat sabun yang diwaris kan peradaban Islam: Ambil satu bagian al-Qali dan setengah ba gian kapur. Giling dengan baik, kemudian tempatkan dalam sebuah tangki. Tuangkan air sebanyak lima bagian dan aduk selama dua jam. Tangki dilengkapi lubang bersumbat. Sete lah pengadukan berhenti dan cairan menjadi jernih, lubang ini dibuka. Jika air sudah habis, sumbat kembali lu bang tersebut, tuangkan air dan aduk, kosong kan dan seterusnya sampai tak ada lagi air yang tersisa.

Faksi air di setiap periode dipi sahkan. Lalu, minyak yang sudah murni diambil sebanyak 10 kali jumlah air yang pertama tadi, lalu letakkan di atas api. Jika sudah mendidih, tambahkan air faksi terakhir sedikit demi sedikit. Kemudian tambah dengan air faksi nomor dua terakhir, sampai air faksi pertama. Dari proses itu, akan diperoleh campuran seperti adonan kue. Adonan ini disendok (dan disebarkan) di atas semacam tikar hingga kering sebagian. Kemudian, tempatkan dalam nura (kapur mati). Inilah hasil akhir dan tidak diperlukan lagi pendinginan atau pencucian dengan air dingin selama proses.

Ada kalanya ditambahkan garam ke dalam al-Qali dan kapur sebanyak setengah kali jumlah kapur. Selain itu, juga ditambahkan amilum tepat sebelum proses selesai. Minyak di sini dapat diganti dengan minyak lain dan lemak seperti minyak carthamus. Itulah salah satu resep pembuatan sabun yang berkembang di dunia Islam. Sejatinya, masih banyak risalah lain yang mengungkapkan formula pembuatan sabun. Salah satunya adalah buah pikir Al-Razi.

Tak Seorang Pun Sudi Menerima Zakatku

Pada masa kesultanan Muhammad Al Fatih, salah seorang muslim hendak memberikan zakatnya namun dia tidak mendapati seorang pun fakir miskin setelah seharian mencari, akhirnya dia meletakan harta zakat tersebut di dalam sebuah kantong bertuliskan "Saudaraku, aku tidak menemukan seorang pun yang sudi menerima zakatku, ambil lah kantong ini tanpa ragu jika engkau memang membutuhkannya", kemudian kantong tersebut digantungkannya di atas pohon dan menurut riwayat, kantong tersebut tetap tergantung selama tiga bulan lamanya

(Utsmaniyyah dan sejarah tak diketahui)

Sumber: Ottoman Empire

Kapal Selam; Temuan Muslim kah?

Kapal selam; Gagasan awal untuk membuat benda seperti ini diawali oleh ide leonardo davinci dan kapal selam pertama di dunia dibuat oleh seorang Amerika bernama David Bushnell tahun 1776.

Kapal Selam

KENYATAANNYA??!!

Ibrahim Afandi - tahun 1719 - merupakan orang pertama yang membuat kapal selam dari baja yang mampu memuat manusia. Dunia ikut gembira dengan kapal selamnya yang diresmikan dalam rangka khitanan salah seorang pejabat Turki Utsmani di Istambul!

Kenalilah sejarahmu!

Sumber: Ottoman Empire

Surat Untuk Umar Bin Abdul Aziz Tentang Pemimpin Adil

Ketika Umar Bin Adul Aziz menjadi Khalifah, beliau menyuruh Hasan Al-Bashri untuk menuliskan untuknya sifat-sifat seorang pemimpin adil, maka kemudian hasan Al-Bashri pun menulis:

Ketahuilah wahai Amirul Mukminim bahwa Allah menjadikan pemimpin Adil itu sebagai orang yang meluruskan segala yang melenceng, membetulkan segala yang miring, memerbaiki segala yang rusak, kekuatan mereka yang lemah, & tempat bernaung mereka yang terzalimi.

Pemimpin adil itu wahai Amirul mukminin, seperti penggembala penuh kasih sayang terhadap gembalaannya, yang menggiringnya ke ladang terbaik serta menjauhkannya dari tempat-tempat berbahaya, melindunginya dari gangguang hewan buas dan menutupinya dari dingin dan panas.

Pemimpin adil itu wahai Amirul mukminin laksana seorang ayah yang arif bijaksana terhadap anaknya, mendidiknya saat kanak-kanak, dan membimbingnya saat dewasa, kerja keras untuk kehidupannya, dan meninggalkan sesuatu yang berharga untuk mereka setelah meninggal dunia.

Pemimpin adil itu wahai Amirul Mukminin, seperti seorang ibu yang penuh kasih sayang terhadap anaknya, mengandungnya dengan susah payah, menjaganya saat kecil, terjaga ketika anaknya terjaga, diam ketika anaknya sudah terlelap. Sesekali ia menyusuinya dan lain waktu menyapihnya. Bergembira akan kesehatan anaknya dan berduka ketika anaknya sakit.

Pemimpin adil itu wahai Amirul Mukminin, pengasuh anak-anak yatim dan tempat memenuhi kas para fakir miskin, mendidik tatkala kecil dan menjaganya kala mereka beranjak dewasa.

Pemimpin adil itu wahai Amirul Mukminin, seperti hati di dalam tubuh, menjadi baik anggota tubuh karenanya, dan rusak karena kerusakannya.

Pemimpin adil itu wahai Amirul Mukminin, adalah orang yang berdiri di antara Allah dan Hamba-hamba-Nya, mendengarkan firman Allah (membacanya), dan memerdengarkannya kepada mereka (rakyatnya), dia (seolah-olah) melihat Allah dan membuat rakyatnya sama-sama seperti melihat Allah. Tunduk dan patuh kepada Allah serta mengarahkan rakyatnya (untuk juga tunduk dan patuh kepada-Nya).

Oleh karena itu wahai Amirul Mukminin, janganlah engkau menjadi seperti hamba sahaya yang diberi amanah oleh majikannya untuk menjaga harta dan keluarganya, maka kemudian ia menghamburkan harta tersebut serta sewenang-wenang terhadap keluarga majikannya, membuatnya faqir dan menghilangkan harta mereka.

---------------------------
Catatan:

Mungkinkah pemimpin adil itu ada? kenapa tidak mungkin? Umar Bin Abdul Aziz sendiri adalah seorang pemimpin yang adil (baca: pemimpin adil itu pernah ada), yang diriwayatkan bahwa pada zamannya jarang sekali ditemukan orang yang mau menerima sedekah. Kebutuhan pokok sudah terpenuhi. Karena itu tidak aneh, jika dulu Umat islam terdepan dalam semua bidang, teknologi, militer! mereka tidak lagi berfikir "Besok makan apa ya?", sehingga kerja dan pikiran mereka ditujukan sepenuhnya untuk inovasi, dan kemajuan Umat.

Wanita Pendiri Universtas Tertua Di Dunia

Fatimah Al Fihri; Pendiri Universitas Al Qarawiyyin
Tahukah Siapakah yang pertama kali mendirikan universitas di Dunia ini? Ya! namanya adalah FATIMA AL FIHRI, seorang wanita Muslimah anak seorang saudagar. Sepeninggal ayahnya, dia mendapat harta kekayaan yang berlimpah dan kemudian mendirikan sebuah universitas di Fes Maroko bernama Al Qarawiyyin. Jadi, universitas tertua di dunia bukan Al-Azhar.

Kenapa disebut universitas? karena kinerja yang terjadi di dalamnya sudah terorganisir dan sitematis. Mereka yang hendak bergabung dikenakan syarat-syarat khusus, seperti hafal quran dan bisa berbahasa arab. Juga karena sudah ada mekanisme batasan masa belajar, yakni 5 sampai 15 tahun.

Mahasiswa bebas memilih studi yang hendak ia pelajari, dan setiap studi ada pengajar khusus yang spesialis dalam bidang studi tersebut. Para mahasiswa berkumpul di sekeliling pengajar yang bersandar diantara tiang-tiang masjid.

Ibnu Khaldun, seorang sejarawan dan bapak sosiologi adalah salah seorang alumnus universitas tertua tersebut, kemudian Lisanuddin bin khatib yang merupakan seorang penyair, dan lulusan lainnya baik yang berasal dari arab maupun Eropa.

Sampai sekarang, Universitas ini masih aktif dengan kegiatan belajar mengajarnya, namun amat disayangkan, karena Al-Qarawiyyin sekarang telah kehilangan pesona keilmuannya yang saat abad pertengahan lalu sempat membuat silau Eropa dan bahkan dunia.

Demikianlah, tahun 859 M Fatimah Al Fihri mendirikan universitas pertama di dunia, sedangkan pada saat yang sama di Eropa, perempuan hanyalah sebatas harta benda. "Imagine that !! at an era when women were mere chattels in Europe !!" pengakuan seorang barat sendiri di website http://www.scientificamerican.com/

Dari fragmen sejarah ini, terbantahlah isu miring bahwa perempuan tidak mendapat tempatnya di dalam agama Islam, dan terbuktilah siapa yang paling menghormati perempuan dan meninggikan derajatnya.