Kristen Agama Damai? (Dialog Amatir Part 1)

--- Dialog ini hanya mewakili penganut agama tertentu, dan tidak mewakili hakekat agama sebenarnya ---

Pertanyaan Muslim:
Apakah orang Kristen merasakan kedamaian dalam agamanya? Jika demikian kenapa agama cuman hanya di gereja? adakah petunjuk Yesus dalam berdoa ketika hendak naik kendaraan? adakah petunjuk Yesus tentang tata cara mengurus negara? adakah petunjuk Yesus tentang moral dalam peperangan?

Lalu bagaimana pendapat orang kristen tentang agama? agama seperti apa yang pantas menguasai dunia?

Jawaban Non Islam dan Non Kristen (Entah kristen atau Islam atau atheis):
Punya otak ga, yg dicritakan tentang dunia kenapa jd agama? agama2 duia2  knapa?

Jawaban kepada Non Islam dan Non Kristen:
Maaf saya menolak statement anda karena baik penganut kristen ataupun islam yakin bahwa agama adalah semacam bimbingan perjalanan hidup selama manusia di dunia. Kitab suci yg ada pada setiap agama seumpama manual book. Jika agama terbatas perannya hanya pada satu segi seperti yg anda bilang "dunia"2, "agama"2 (akherat), maka berarti Tuhan tidak memberi solusi konkret untuk kehidupan seutuhnya, itu pun kalau kita yakin bahwa Agama dari Tuhan.

Jawaban Kristen:
Injil dan kekristenan itu bukan manual book/buku panduan hp/alat elektronik.

Kristen sendiri harusnya bukan agama. Itu menjadi agama ketika bersentuhan dengan politik dan kewarganegaraan.

Kekristenan adalah sebuah hubungan/relationshhip. Jadi jika masih menjadi agama, maka agama kristen itu tidak beda dengan agama yg lain. Dan agama tidak menyelamatkan. Dalam kondisi ini, bukanlah yg Yesus ajarkan. Intinya Yesus tidak mendirikan agama kristen itu ada benarnya.

Kekristenan haruslah merupakan hubungan pribadi dengan Allah di dalam Yesus. Tanpa hubungan ini maka menjadi agama yg mematikan. Hanya berisi hukum2 yg membelenggu dan mematikan. Legalisme, hampir selurruh agama memiliki sifat ini. Hukum yg mematikan.

Ketika itu merupakan hhubungan dengan Allah, maka kekrristenan itu berupa hubungan dua arah yang mengidupkan. Oleh karena itulah kenapa orang kristen menyebut Allah sebagai Bapa. Aalah karena sebuah hubungan yg intim. Seperti bapak-anak. Maka segala ibadah yg terjadi adalah suatu bentuk hubungan yg akrab. Berdoa seperti bercakap-cakap. Tidak ada doa hafalan (seperti mantra) tetapi percakapan bapak-anak. Kasih sayang yg terjalin adalah kedekatan yang intim bukan sesuatu yg jauh dan tak terrjangkau.

Maka bila ditanyakan mengenai kedamaian, inilah kedamaian yg sempurna!!

Segala dosa telah diampuni, sehingga ibadah yg ada adalah bentuk hubungan yg murni. Menjadi bentuk ucapan syukur kepada allah. Oleh karena itu orang kristen selalu memuji Bapanya dengan nyanyian. Perbuatan baik yg dilakukan adalah bentuk ungkapan ucapan terimakasih. Sehingga menjadi sesuatu yg murni.

Apakah kemudian orang kristen tidak berbuat dosa. Jelas kondisi manusiawi kita sering membawa manusia kepada dosa. Tetapi ada penebusan Yesus yang menjamin bahwa ketika kita mengaku an meminta ampun akan dosa kita ada pengampunan.

Dan orang kristen tidak akan gampang/sengaja berdosa, karena kasih allah mengubahh hidupnya.

Balasan Muslim:
Hmm.. jelas kalau begitu, Hp featurenya terbatas, tp fungsi dominan dan utama untuk berhubungan dengan yang lain. Jadi mungkin karena itu ajaran kristen melebihkan sisi "Kerohanian" (hubungan manusia dengan Tuhannya) dan kurang dalam sisi "keduniaan/materil" (hub manusia sesama manusia dan hub mereka dengan lingkungannya). Seperti itu?

"...Tanpa hubungan ini maka menjadi agama yg mematikan..." mematikan seperti apa contohnya?

Saya sepakat, Seumur hidupnya Yesus tidak pernah tahu kalau agama yang dibawanya dinamai Kristen, sebab nama "Kristen" itu baru muncul jauh setelah Yesus mati. Timbul pertanyaan; kalau begitu kapan Yesus mati dan kapan agama yang dibawanva dinama Kristen? Menurut data yang kami baca dalam beberapa buku yang ditulis oleh kalangan Kristen sendiri, diantara-nya dalam buku "Religions on File" Yesus lahir sekitar tahun 4 SM (Sebelum Masehi) dan wafat sekitar tahun 29 M (Masehi). Semen­tara Paulus dan Barnabas memberi nama "Kristen" terhadap agama yang mereka bentuk, yaitu sekitar tahun 42 M. Ini berarti sekitar 13 tahun (42-29=13) setelah Yesus mati, baru muncul agama Kristen bentukan Barnabas dan Paulus. Kalau begitu ini sesuai dengan Al-Quran, karena di Al-Quran sendiri tidak ada kata "Kristen", yang ada adalah kata "Nashara", karena Yesus berasal dari Nazaret.

Jika pola interaksi penganut Kristen dengan Tuhannya seperti hubungan bapak dan anak, lalu kenapa kristen tidak memandang hal yang sama antara Yesus dan Allah; artinya gelaran "Bapak" yang diucapkan yesus tidak benar2 menunjukan bahwa Allah bapak yesus dan yesus anak Allah, tapi menunjukan "kedekatan" dan "perasaan" Yesus terhadap Allah. Dalam Agama kami Yesus (Isa) dilahirkan tanpa ayah, boleh jadi karena itu lah Yesus menyebut Allah dengan "Bapa".

Saya setuju jika doa itu pantasnya seperti percakapan, setiap orang bebas membuat percakapannya sendiri, namun jika para Nabi dan Rasul mencontohkan bagaimana redaksi doa yang benar dan penuh etika terhadap Tuhannya, apakah dilarang untuk mencontoh doanya para Nabi dan Rasul? Artinya, seseorang boleh berdoa dengan redaksi yang ia buat sendiri dan boleh juga mencontoh doa2 yang diajarkan para Nabi dan Rasul, doa boleh diucap dengan bergumam atau disedikit jelaskan, dan keduanya sah karena Allah Maha mendengar.

Ya saya paham, "kedamaian" berarti kedekatan dengan Tuhan bagi agama kristen, itu bukan? dan itu lah yang ideal.. Dalam hal ini saya setuju, bahwa kedekatan seorang manusia dengan Tuhannya merupakan puncak kedamaian, namun muncul pertanyaan.. Bagaimana cara umat kristiani mengusahakan atau mengkondisikan agar semua manusia merasakan kedamaian yang dirasakan umat kristiani? Saya ingin meminta penjelasan pada anda tentang data sejarah yang menyebutkan bahwa umat kristiani memaksa pemeluk agama lain agar memeluk agama kristen dengan cara2 yang kurang baik? Apakah "Pemaksaan" dibenarkan dalam agama kristen ataukah ia hanya keteledoran/kekeliruan sekelompok orang yang mengklaim dirinya sebagai penganut kristen? Jika Kristen diberikan berkuasa di negara Indonesia, apa yang akan anda lakukan terhadap penduduk yang beragama Islam? satu lagi, bagaimana pandangan Kristen tentang Perang suci?

Lalu tentang pujian2 kristen yang dinyanyikan, saya juga ingin meminta penjelasan.. sejak kapan hal ini dilakukan dan adakah hal yang mendasarinya (arahan dari Yesus).

Tentang dosa. Penebusan berarti dilakukan secara cuma-cuma, artinya, sebanyak apapun dosa seseorang, maka di hari penghakiman nanti, siapapun yang dosanya menggunung, maka selama ia adalah seorang yang mengakui Yesus sebagai Tuhan, secara otomatis masuk surga. Begitu maksudnya? Berarti penghuni neraka adalah mereka yang murni tidak mengakui Yesus sebagai Tuhan, begitu? Sekedar perbandingan, bahwa dalam agama kami, mereka yang melakukan dosa besar (artinya ada dosa kecil) dan dosanya menggunung tanpa meminta ampun, tidak lantas masuk surga, tentunya semua dosanya akan dibersihkan di neraka dengan cara tertentu yang hanya Allah yang tau. Artinya, seorang muslim ada yang langsung masuk surga, ada yang tidak. Jika demikian, kontras sekali bedanya pandangan kristen dan Islam tentang dosa dan hukumannya kelak.

Hmm.. jelas kalau begitu, Hp featurenya terbatas, tp fungsi dominan dan utama untuk berhubungan dengan yang lain. Jadi mungkin karena itu ajaran kristen melebihkan sisi "Kerohanian" (hubungan manusia dengan Tuhannya) dan kurang dalam sisi "keduniaan/materil" (hub manusia sesama manusia dan hub mereka dengan lingkungannya). Seperti itu?

"...Tanpa hubungan ini maka menjadi agama yg mematikan..." mematikan seperti apa contohnya?

Saya sepakat, Seumur hidupnya Yesus tidak pernah tahu kalau agama yang dibawanya dinamai Kristen, sebab nama "Kristen' itu baru muncul jauh setelah Yesus mati. Timbul pertanyaan; kalau begitu kapan Yesus mati dan kapan agama yang dibawanva dinama Kristen? Menurut data yang kami baca dalam beberapa buku yang ditulis oleh kalangan Kristen sendiri, diantara-nya dalam buku "Religions on File" Yesus lahir sekitar tahun 4 SM (Sebelum Masehi) dan wafat sekitar tahun 29 M (Masehi). Semen­tara Paulus dan Barnabas memberi nama "Kristen" terhadap agama yang mereka bentuk, yaitu sekitar tahun 42 M. Ini berarti sekitar 13 tahun (42-29=13) setelah Yesus mati, baru muncul agama Kristen bentukan Barnabas dan Paulus. Kalau begitu ini sesuai dengan Al-Quran, karena di Al-Quran sendiri tidak ada kata "Kristen", yang ada adalah kata "Nashara", karena Yesus berasal dari Nazaret.

Jika pola interaksi penganut Kristen dengan Tuhannya seperti hubungan bapak dan anak, lalu kenapa kristen tidak memandang hal yang sama antara Yesus dan Allah; artinya gelaran "Bapak" yang diucapkan yesus tidak benar2 menunjukan bahwa Allah bapak yesus dan yesus anak Allah, tapi menunjukan "kedekatan" dan "perasaan" Yesus terhadap Allah. Dalam Agama kami Yesus (Isa) dilahirkan tanpa ayah, boleh jadi karena itu lah Yesus menyebut Allah dengan "Bapa".

Saya setuju jika doa itu pantasnya seperti percakapan, setiap orang bebas membuat percakapannya sendiri, namun jika para Nabi dan Rasul mencontohkan bagaimana redaksi doa yang benar dan penuh etika terhadap Tuhannya, apakah dilarang untuk mencontoh doanya para Nabi dan Rasul? Artinya, seseorang boleh berdoa dengan redaksi yang ia buat sendiri dan boleh juga mencontoh doa2 yang diajarkan para Nabi dan Rasul, doa boleh diucap dengan bergumam atau disedikit jelaskan, dan keduanya sah karena Allah Maha mendengar.

Ya saya paham, "kedamaian" berarti kedekatan dengan Tuhan bagi agama kristen, itu bukan? dan itu lah yang ideal.. Dalam hal ini saya setuju, bahwa kedekatan seorang manusia dengan Tuhannya merupakan puncak kedamaian, namun muncul pertanyaan.. Bagaimana cara umat kristiani mengusahakan atau mengkondisikan agar semua manusia merasakan kedamaian yang dirasakan umat kristiani? Saya ingin meminta penjelasan pada anda tentang data sejarah yang menyebutkan bahwa umat kristiani memaksa pemeluk agama lain agar memeluk agama kristen dengan cara2 yang kurang baik? Apakah "Pemaksaan" dibenarkan dalam agama kristen ataukah ia hanya keteledoran/kekeliruan sekelompok orang yang mengklaim dirinya sebagai penganut kristen? Jika Kristen diberikan berkuasa di negara Indonesia, apa yang akan anda lakukan terhadap penduduk yang beragama Islam? satu lagi, bagaimana pandangan Kristen tentang Perang suci?

Lalu tentang pujian2 kristen yang dinyanyikan, saya juga ingin meminta penjelasan.. sejak kapan hal ini dilakukan dan adakah hal yang mendasarinya (arahan dari Yesus).

Tentang dosa. Penebusan berarti dilakukan secara cuma-cuma, artinya, sebanyak apapun dosa seseorang, maka di hari penghakiman nanti, siapapun yang dosanya menggunung, maka selama ia adalah seorang yang mengakui Yesus sebagai Tuhan, secara otomatis masuk surga. Begitu maksudnya? Berarti penghuni neraka adalah mereka yang murni tidak mengakui Yesus sebagai Tuhan, begitu? Sekedar perbandingan, bahwa dalam agama kami, mereka yang melakukan dosa besar (artinya ada dosa kecil) dan dosanya menggunung tanpa meminta ampun, tidak lantas masuk surga, tentunya semua dosanya akan dibersihkan di neraka dengan cara tertentu yang hanya Allah yang tau. Artinya, seorang muslim ada yang langsung masuk surga, ada yang tidak. Jika demikian, kontras sekali bedanya pandangan kristen dan Islam tentang dosa dan hukumannya kelak.

Tentunya saya percaya di negeri minoritas (indonesia) umat kristiani terlihat lebih baik dan beradab, namun di negeri mayoritas, kondisinya sama dengan kondisi orang islam di negeri mayoritas; artinya penganut agama kristen tidak benar2 menjaga dirinya dari dosa, di Amerika contohnya, bukankah seks bebas meraja lela? dan lain sebagainya.

Balasan Kristen:
Waduh pake Hp, capek ngetinya,,,,ehehe

Balasan Islam:
Ya nnti sj klo ada ksmpatan.Ya nnti sj klo ada ksmpatan.

Balasan Kristen:
Klo dibaca dengan baik penjelasan saya, pertanyaan2 itu akan terjawab.

Mengenai Paulus dan barnabas mendirikan agama kristen itu juga tidak benar. Yang terjadi adalah ketika Peulus dan barnabar memberitakan bahwa yesus adalah juru selamat ke seluruh asia, maka banyyaklah pengikutnya.m nah di antiokia orang diluar pengikut yesus menyebut pengikut Yesus sebagai kristen, artinya pengikut kristus. Sebenernya itu adalah semacam ejekan terhadap pengikut yesus.

Tetapi dari situlah maka pengikut Yesus disebut kristen. Mulai di antiokia. Jadi bukan paulus dan barnabas yg membuat istilah itu.

Balasan Islam:
Benar, menurut salah satu versi memang demikian. Kata “Kristen” digunakan tiga kali dalam Perjanjian Baru (Kisah Rasul 11:26; 26:28; 1 Petrus 4:16). Para pengikut Yesus Kristus pertama kali digelari “Kristen” di Antiokhia (Kisah Rasul 11:26) karena kelakuan mereka, kegiatan dan kata-kata mereka yang seperti Kristus. Pada mulanya istilah ini dipakai oleh orang-orang tidak percaya di Antiokhia sebagai ejekan dan penghinaan terhadap orang-orang Kristen. Secara harafiah istilah tsb berarti “menjadi bagian dari kelompok Kristus” atau “pengikut Kristus,” yang mirip artinya dengan definisi dalam Kamus Wesbter.

Hanya saja, kenapa kemudian ejekan dijadikan nama agama? bukankah ini terkesan kurang baik? Menurut data yang saya baca, Kristus adalah terjemahan untuk bahasa Ibrani (Masiah yg berarti berarti 'yang diurapi), Mesias, dan dipakai sebagai gelar untuk Yesus. Dalam bahasa arab berarti (al masih), karena itu kristen arab dijuluki masihiy (pengikut al masih atau yg beriman kpd al masih). Dalam bahasa arab Al Masih juga bisa berarti (berkelana), asal katanya saaha-yasihu-siyahatan-Al masih. Karena kabarnya Isa Al Masih (yesus) tidak punya tempat tinggal yg menetap. Pertanyaannya, kenapa penamaan bisa berbeda, di arab mereka dinamakan masihiy, di indo kristen, lalu kata Al-Quran Nashrani? Bukankah ini berarti Yesus/Isa tidak membawa agama baru? artinya Isa/Yesus hanyalah seorang yang diutus sebagai penerus apa yang telah Musa (Moses) bawa sebelumnya seperti yang Al-Quran jelaskan? Bagaimana pandangan anda tentang hal ini?

Saya tidak memaksa anda untuk menjawab sekarang, anda dapat mngetiknya kapan saja, tp pertanyaan saya di atas butuh penjelasan yang memadai, agar; baik umat kristiani maupun islam dapat memahami interaksi yang baik yang seharusnya terjadi antara kedua belah pihak. Setelah anda menjelaskan tentang pengajaran Yesus terkait hal2 yang saya sebut diatas, kmudian saya akan menjelaskan pengajran Muhammad saw tentang hal2 diatas, dengan demikian selain membandingkan, kita bisa mengambil nilai2 kebaikan Universal pada kedua agama.

Bersambung....

Comments
0 Comments

0 comments:

Post a Comment