Membantah Keyakinan Tritunggal Kristen

Konsep Tri-Tunggal

Kepercayaan akan Allah Tri-Tunggal tidak berarti percaya adanya tiga Tuhan yang bekerjasama. Juga “Tri-Tunggal” tidak berarti bahwa Allah menampakkan diri-Nya dalam tiga modus yang berbeda. Pokoknya Kitab Suci tidak mengajar adanya tiga Tuhan. Allah Maha Esa! Sudah jelas konsep Allah Maha Esa yang beroknum tiga melebihi kuasa pemahaman manusia. Inilah sesuatu misteri, sesuatu yang gaib.

Ada banyak ilustrasi untuk menjelaskan konsep Allah Tri-Tunggal. Semua ilustrasi ini membantu sedikit tetapi tidak satupun sempurna karena Allah melebihi pemahaman kita. Salah satu ilustrasi yang mungkin menolong adalah segitiga. Segitiga jelas bentuk esa atau satu tetapi kalau salah satu sudutnya hilang bukan lagi dapat disebut segitiga. Dengan kata lain setiap segi dalam segitiga unik tetapi tanpa hubungan dengan dua segi lain, tidak ada segitiga.

Komposisi manusia menjadi ilustrasi juga. Kita mempunyai roh, jiwa dan tubuh. Saya ada satu orang, esa, namun saya terdiri dari tiga komponen dan kalau satu komponen absen saya tidak boleh disebut manusia. Namun masing-masing komponen unik, yaitu tubuh jelas berbeda dari jiwa.

Akhirnya, jangan kita lupa bahwa kita tidak dapat mengerti Allah dengan pikiran dan otak kita. Ia jauh melebihi kita. Lebih baik kita mempelajari apa yang dikatakan tentang Allah dalam Kitab Suci. Sudah jelas bahwa Kitab Suci mengajar Allah Maha Esa yang Beroknum Tiga, yaitu Allah Bapa, Kalimat Allah (Isa Al-Masih) dan Roh Allah. Perhatikanlah karangan-karangan lain pada situs “Isa dan Islam” untuk mendapat pengertian tambahan tentang konsep Allah Tri-Tunggal.

Bantahan Muslim:

Mohon maaf, konsep TRITUNGGAL bukanlah konsep yang tidak masuk akal, tapi MUSTAHIL. Perbedaan mendasar antara mustahil dan belum/tidak masuk akal ada pada kemungkinan/probabilitas terrjadinya. Sebagai contoh, jika saya mengatakan "Kemarin malam saya terbang". Tentu orang tak akan percaya ini, tapi jika saya tanya, "Mungkin atau tidak"? jawabannya "Mungkin, walaupun 1%".

Berbeda dengan mustahil, sekalipun 1% tak akan pernah ada dan terjadi, contohnya, saya berkata "Kemarin malam, saya lihat mobil yang kenceeeeeng banget, tapi... pelan", "kemarin malam, saya lihat restoran yang rameee banget, tapi sepi". Tentu orang yang mendengar akan mengabaikan pernyataan ini, karena dianggap sebagai hal yg tidak waras. Atau seperti pertanyaan "Tuhan kan MAHA KUASA, bisa gak DIA menciptakan batu besar, yang DIA sendiri tak SANGGUP mengangkatnya?", tentu pertanyaan ini salah, selama kita mengasumsikan bahwa MAHA itu berarti INFINITI (tidak terbatas), dengan demikian sama saja ada NOMINAL yang menyamai INFINITI (∞) atau melebihinya. Orang yang menyamakan INFINITI dengan nominal apapun, kemungkinannya dua; 1. orang tsb tidak tau apa itu INFINITI, 2. Orng tersebut MENGKERDILKAN makna INFINITI.

Perlu diketahui, baik Kristen maupun islam sama-sama meyakini bahwa tidak ada hal yang MUSTAHIL bagi Allah. Bedanya, seorang muslim dibimbing bagaimana cara berETIKA yang benar terhadap Tuhannya.

Salah satu dari sekian banyak petunjuk KENABIAN tentang ETIKA manusia TERHADAP ALLAH adalah, tidak boleh menyematkan HAL YANG MUSTAHIL terhadap Allah.

Itulah alasan kenapa umat ISLAM tidak bisa menerima keyakinan Kristen yang menyatakan bahwa YESUS adalah MANUSIA (creature) dan pada saat yang sama adalah PENCIPTA (Creator). Karena keyakinan seperti ini bukannya tidak masuk akal, melainkan mustahil. Menyematkan sesuatu yang mustahil kepada-Nya sama saja dengan menghina-Nya.

Selain hal itu, Al-Quran sendiri menegaskan bahwa keyakinan seperti ini dianggap sesat; sesat ETIKA dan sesat LOGIKA.

Kesimpulannya, keyakinan KRISTEN didasarkan pada sesuatu yang MUSTAHIL. Bagi umat islam, keyakinan terhadap Allah itu simple: "Katakanlah bahwa Dia ALLAH maha ESA - Allah tempat bergantung - Tidak beranak dan diperanakan - dan Tak ada yang sepadan dengan-Nya.

Segala sesuatu yang jelimet lebih pantas dikatakan sebagai FILSAFAT, ketimbang KEYAKINAN. Karena itu kami menganggap bahwa KRISTEN adalah AGAMA FILSAFAT.

Comments
0 Comments

0 comments:

Post a Comment