Penyelewengan Amanah dan Tanda Kiamat

Bukhari kitab Ilmu hadits ke 59:

Dari Abi hurairah, bahwasannya dia berkata: "Ketika Rasulullah saw berbicara dalam sebuah majelis, tiba-tiba datang seorang Arab Badui dan ia pun berkata 'Kapan kiamat datang?' (Namun) Rasulullah saw meneruskan perkataannya. Beberapa orang (yang hadir) berkata: Rasulullah telah mendengar perkataan orang itu, dan tidak menyukai perkataannya (sehingga beliau tidak menjawabnya). Beberapa orang yang lain berkata 'Beliau tidak mendengar ucapan orang itu!'. Sampai akhirnya ketika Rasulullah saw menyelesaikan perkatannya, (tiba-tiba) beliau berkata: 'Mana orang yang tadi bertanya tentang Kiamat?'. Orang tersebut berkata 'Saya wahai Rasulullah!' (Maka) Rasulullah saw berkata (menjawab pertanyaannya): "Jika Amanah telah dihilangkan, maka tunggulah kiamat (akan segera datang). Orang itu bertanya lagi: 'Bagaimana caranya amanah itu bisa hilang?" Beliau berkata: 'Jika Urusan (pemerintahan dlsb) sudah diserahkan kepada yang bukan ahlinya, maka tunggulah kiamat!" (HR Bukhari Kitab Ilmu Hadits ke 59).

Lantas apa hubungan hadits ini dengan Ilmu? Hubungannya adalah sebuah urusan, baik urusan yang berkenaan dengan pemerintahan, tata negara, dan lain sebagainya, yang diserahkan kepada mereka yang bukan ahlinya atau tidak kompeten dalam bidang tersebut, hanya terjadi ketika kebodohan sudah merajalela dan terangkatnya ilmu pengetahuan, dan ini merupakan salah satu pertanda akan datangnya kiamat. Kalaulah sebuah daerah atau bangsa itu masih berilmu masyarakatnya, maka segala urusan sudah barang tentu tidak akan diserahkan kepada orang yang tak tau menahu tentangnya.

Ada beberapa pelajaran penting lainnya yang dapat dipetik dari hadits ini:
1. Jangan memotong pembicaraan orang, adapun bagi si pembicara hendaknya meneruskan pembicaraannya (khutbah atau ceramahnya), jikalau orang yang memotong pembicaraan itu tidak terlalu penting dan mendesak pertanyaannya, adapun jika sekirangnya penting dan mendesak, maka dijawab terlebih dahulu lebih utama, baru lah kemudian meneruskan kembali tema pembicaraan yang terpotong.

2. Ulama mengatakan bahwa bertanya adalah setengahnya ilmu, dengan bertanya kita jadi lebih banyak tahu, namun pertanyaan pun harus ditempatkan pada tempatnya, perlu melihat situasi dan kondisi.

Untuk tambahan maklumat, silahkan lihat Hadits Bukhari ke 59 Kitab/Bab Ilmu Syarah Fathul Bari.

Comments
0 Comments

0 comments:

Post a Comment